ideologi, politik, organisasi

Posted: April 13, 2013 in Uncategorized

suatu kemenangan anda akan menderita kekalahan. Jika anda tidak mengetahui baik diri anda maupun musuh anda, anda akan mengalami kekalahan dalam setiap pertempuran.

Seni peperangan mengajarkan kita untuk tidak mempercayai bahwa musuh tidak akan datang, tapi mengajarkan kita untuk tidak mempercayai bahwa musuh tidak akan menyerang kita,
& mengajarkan kita untuk mempersiapkan posisi kita agar tidak terkelahkan.
2.Orientation, Evaluation and Estimation
Sebelum menentukan sikap atau langkah taktis, harus melihat keadaan secara tepat.
Kemudian menilai keadaan itu dihubungkan dengan keadaan kita dankehendak lawan dan sesudahnya lalu menentukan langkah dan mengira-ngira bagaimana hasilnya nanti.
Hasil tidak dapat dipastikan tapi dengan orientasidan evaluasi yang tepat akan terbayang ada tidaknya kans untuk hasil. Setelah sasaran taktis ditetapkan sekaligus sasaran alternatifnya atau dengan bahasa populer; kita menetapkan program minimum.
3.Kerahasiaan Biar lawan meraba-raba apa langkah yang akan kita ambil agar mereka tidak dapatmenghalang-halangi.
4.Gerak Tipu Lima S ( Sasaran, Sarana, Sandaran, Sistem, Saat)
5.Perpaduan Kondisi Subjektif dan Kondisi Objektif Kondisi subjektif ialah mengenai
kekuatan atau keadaan organisasi sendiri. Kondisi objektif ialah mengenai keadaan, situasi atau iklim politik.
Jika kondisi subjektif baik tetapi kondisi objektif tidak baik taktik tidak akan berhasil. Begitupun sebaliknya.
 
IDEOLOGI, POLITIK DAN STRATAK (STRATEGI DAN TAKTIK) Hukum-Hukum Stratak 1.Kwantitas Jumlah yang besar akan mengalahkan jumlah yang kecil. Pihak yang berjumlah kecil tidak boleh menyerang musuh yang berjumlah besar. Jika musuh yang berjumlah besar menyerang pihak yang berjumlah kecil hendaknya menyingkir. Musuh yang berjumlah besar tidak dapat dihancurkan sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit dan secara terus menerus. Kehancuran sedikit demi sedikit disebabkan oleh kesalahannya sendiri, karenanya dengan jalan provokasi atau lain usahakan di melakukan kesalahan sikap atau gerakan yangsalah.
2.Kwalitas dan Kwantitas Kurang dalam kwantitas harus diimbangi dengan kelebihan dalam kwalitas. Kurang dalamkwaliitas harus diimbangi dengan kelebihan kwantitas.
3.Posisi Posisi yang baik adalah separuh kekuatan.Posisi yang tidak baik memerlukan dua kali kekuatan.
4.Cadangan Pihak yang mempunyai cadangan, walaupun telah mundur dan kalah akan dapat maju kembali. Jika musuh sedang kalah dan mundur, kejarlah. Hancurkan cadangan musuh sebelum musuhmaju dan bangkit kembali dengan cadangannya.
5Kawan, Sekutu dan Lawan Secara ideologis, kawan adalah yang seideologi. Secara strategis sekutu harus selalu diperbanyak dan pihak-pihak lawan harus dikurangi. Musuh nomor satu adalah golongan terbesar yang ideologinya membahayakan kehidupan ideologi sendiri.
Sekutu dan musuh nomor satu adalah lawan. Lawan dan sekutu nomor satu adalah musuh. Antara sekutu dan musuh terdapat golongan-golongan yang bukan musuh dan bukan sekutu. Golongan ini padasuatu saat dapat menjadi musuh, pada saat lain menjadi sekutu dan pada satu ketika dapat pula sekaligus menjadi sekutu dan musuh.
6.Devide et emperaPecah belah
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s