aksara mandailing


Suku Bangsa Mandailing memiliki bahasa sendiri yaitu Bahasa Mandailing (rumpun bahasa Austronesia). Dalam prakteknya bahasa ini dibagi atas lima ragam yang dibedakan atas kosa-kata yang berbeda. Pertama, hata somal, yang dipergunakan dalam komunikasi sehari-hari. Kedua, hata andung, dipakai dalam tradisi meratap (mangandung). Ketiga, hata teas dohot jampolak, dipakai jika bertengkar (caci-maki), Keempat, hata si baso, suatu ragam bahasa yang dipakai oleh dukun (datu). Kelima, hata parkapur, dipakai ketika di dalam hutan (mencari kapur barus?). Contohnya, harimau disebut babiat (hata somal) danompung i, raja i atau na gogo i (hata parkapur). Mandailing juga memiliki aksara tradisional untuk menulis yang disebut Huruf Tulak-tulak (huruf Tulak-tulak selengkapnya lihat foto berikut). 

Huruf Tulak-tulak, aksara tradisional Mandailing
Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s